SURABAYA – Ketua Umum PBNU Gus Yahya mengingatkan kepada seluruh Pimpinan Cabang atau PCNU se-indonesia agar tidak terlibat politik praktis. Apalagi sekarang tensi politik mulai menghangat, karena pada 2024 ada Pemilu.
Gus Yahya berterus terang kalau ada pengurus PCNU yang mengeluarkan dukungan, langsung ada peringatan tertulis yang diberikan.
Contohnya beberapa waktu lalu terjadi pengurus PCNU Kabupaten Banyuwangi, Sidoarjo, dan Bondowoso, diduga melakukan gerakan politik. PBNU langsung meminta penjelasan.
Gus Yahya mengungkapkan terbukti ada indikasi ketiga PCNU itu telah terlibat politik praktis. Dengan melampaui batas perimeter yang diizinkan. Mereka nekat memberikan dukungan atas nama lembaga.
Lebih lanjut Gus Yahya menerangkan kalau tidak diizinkannya organisasi NU terlibat politik praktis, sudah sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-26 Tahun 1979 di Semarang.
“Secara organisasi atau institusi tidak boleh membawa NU ke politik praktis. Jika atas nama pribadi, silakan,” kata Gus Yahya.
“Lembaga atau organisasi jangan dibawa-bawa. Kalau pribadi silakan, tetapi harus bisa bertanggung jawab,” ia menambahkan.*(WAH)
