JAKARTA – matawarta.com : Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Kesehatan Haji membuat aplikasi TeleJemaah Puskes Haji. Aplikasi ini akan dipakai saat pelaksanaan ibadah haji 2022.
Aplikasi itu dapat mempermudah petugas kesehatan dalam memantau kondisi kesehatan jemaah haji dengan risiko tinggi. Aplikasi TeleJemaah hanya diberlakukan pada jemaah haji berisiko tinggi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, M.A.R.S mengatakan Fitur dalam aplikasi itu terdiri dari input data kesehatan sampai dengan galeri dan artikel.
“Tujuannya sebagai media edukasi secara elektronik yang berbentuk aplikasi berbasis Android saat ini dan aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan bisa di download gratis,” katanya di Jakarta, akhir Mei lalu.
Pada menu aplikasi terdapat input data kesehatan yang terdiri dari tekanan darah, gula darah, saturasi oksigen, suhu tubuh, sampai keluhan.
Menu pada aplikasi tersebut bisa dimanfaatkan jemaah haji dan bisa meminta bantuan petugas kesehatan jika diperlukan.
Pada aplikasi itu juga terdapat informasi vaksinasi. Ini adalah data vaksinasi yang sudah dilakukan oleh jemaah haji di kabupaten/kota atau Puskesmas pada saat melakukan vaksinasi terutama meningitis.
Data tersebut didapat dari data yang diinput dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes). Data-data yang sudah ada di Tele Jamaah tidak bisa diubah karena sudah diinput di dalam Siskohatkes.
“Jadi tinggal kita integrasikan data yang ada di Siskohatkes dengan TeleJemaah haji sebagai informasi jemaah haji kita sudah divaksinasi. Jadi lebih transparan sifatnya,” ucap dr. Budi.*(WAH)
