Matawarta.com, JAKARTA– Simon Tahamata akan mulai menjalani tugasnya sebagai Kepala Pemandu Bakat PSSI. Ia ingin membawa filosofi Ajax Amsterdam ke Timnas Indonesia.
Keinginannya itu bukan tanpa alasan. Pengalamannya menjadi pelatih di Ajax Amsterdam ingia ia terapkan.
Simon sempat bekerja di Al Ahli selama lima tahun (2014-2019), lalu kembali ke Ajax. Ia menjadi pelatih di Ajax hingga 2024.
“Saya main bola banyak dari Ajax, saya mau bawa (filosofi) Ajax ke sini, untuk tolong Timnas Indonesia bermain di Piala Dunia,” kata Simon Tahamata.
Simon mengaku menerima tawaran menjadi pemandu bakat PSSI karena Indonesia memiliki banyak talenta berbakat. Ia ingin mendedikasikan diri untuk Timnas Indonesia.
“Saya di sini karena Indonesia punya pemain-pemain bertalenta. Coach Patrick (Kluivert) bertanya ke saya, apa saya mau ikut dengan dia ke sini (Timnas Indonesia),” ujar Simon Tahamata.
“Saya bisa saja kembali ke Ajax, tetapi saya mau pulang, mau kembali ke sini (Indonesia) untuk membantu Patrick dan teman-teman (staf pelatih) di sini.”
“Jadi saya di sini untuk membantu anak-anak muda Indonesia,” katanya.
