Kasih Kesempatan Pemain Liga 1 Unjuk Gigi Lawan China, Bukti Kluivert Tak Beda-bedakan Pemain Lokal atau Naturalisasi

Matawarta.com, JAKARTA– Pelatih Timnas Indonesia Patrick menegaskan tak pernah membeda-bedakan pemain lokal Liga 1 dengan pemain naturalisasi. Hal itu ia buktikan saat Timnas Indonesia menghadapi China.

Pada laga melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6), Kluivert menurunkan tujuh pemain. Empat di antaranya sebagai starter yakni Rizky Ridho (Persija Jakarta), Yakob Sayuri (Malut United), Ricky Kambuaya (Dewa United FC), dan Egy Maulana Vikri (Dewa United FC).

Sementara tiga pemain diturunkan di babak kedua sebagai pengganti. Mereka adalah Beckham Putra Nugraha (Persib Bandung), Stefano Lilipaly (Borneo FC Samarinda), dan Ramadhan Sananta (Persis Solo).

Indonesia berhasil mengamankan kemenangan 1-0 usai wasit memutuskan pemain China melanggar Ricky Kambuaya. Ole Romeny sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya.

Kluivert mengaku tak pernah memandang pemain dari latar belakangnya, baik bermain di Liga 1 atau pemain naturalisasi dan aboard. Semua pemain di matanya adalah sama.

“Untuk saya yang terpenting adalah jika mereka menunjukkan kualitasnya, maka mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bermain,” kata Patrick Kluivert.

“Tidak peduli mau mereka pemain naturalisasi atau lokal, bagi saya tidak ada bedanya. Kita adalah satu tim, kita tahu bahwa kita akan menjalani dua laga,” katanya.

“Jadi, dari pandangan saya hal terbaik adalah starting eleven. Bukan berarti pemain lain tidak bagus atau tidak cukup baik untuk starter. Namun, mereka juga perlu merasakan kepercayaan diri. Itu yang membuat tim ini kuat. Lalu, juga untuk memberikan kepada pemain lokal yang di mana mereka pantas mendapatkannya.”

Komitmen Kluivert tak membedakan pemain sudah dia bawa sejak ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia ingin para pemain bersaing sehat membuktikan kualitasnya.

“Ketika saya diumumkan sebagai pelatih Timnas saya berkata kepada semua orang bahwa saya akan melihat pemain lokal dan menghormati bagaimana cara mereka bermain. Jika Anda bisa menunjukkan kualitas Anda, maka Anda pantas tampil.”

“Jadi, itulah keputusan ini muncul. Kembali, itu membuat tim kami semakin tangguh. Lalu juga satu hal penting untuk para pemain naturalisasi, mereka tidak selalu bermain. Mereka juga patut bersaing dengan pemain lokal,” kata Kluivert.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *