Matawarta.com, JAKARTA– Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab kematian diplomat diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Polisi sedang mendalami aktivitas korban melalui alat komunikasi dan elektronik.
“Kan dia ditemukan sendirian, nanti dari forensik barangkali membuka HP bisa di-trace, ke mana, jam berapa, dia berhubungan dengan siapa,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Dari bukti-bukti yang ditemukan, polisi masih menunggu hasil forensik. Irjen Karyoto menyebut kemungkinan selesai seminggu lagi.
“Bukti-bukti yang ada perlu dipelajari oleh forensik ya, baik CCTV kemudian hasil autopsi dan juga termasuk digital. Digital itu dari laptop dan lain-lain. Mungkin seminggu lagi selesai, nanti ada kesimpulan,” katanya.
ADP ditemukan tewas dalam kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Jakarta, Selasa (8/7) pukul 08.30 WIB. Penyebab kematiannya menjadi misterius, lantaran ia ditemukan dengan wajah terlilit lakban.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban dan barang yang hilang.
