PROBOLINGGO — Ajang Legislatif Jatim Awards 2025 yang digelar di Studio 2 JTV, Surabaya, pada Selasa (16/9/2025), menjadi sorotan lantaran menghadirkan sejumlah nama wakil rakyat yang dinilai berkontribusi di daerah pemilihannya.
Bentuk apresiasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah dorongan moral agar legislatif lebih aktif menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu penerima anugerah adalah anggota DPR RI dari Dapil Jatim II, Hj. Dini Rahmania, S.IAN., M.M. Ia dinilai berperan dalam mengurangi ketimpangan antarwilayah, terutama lewat program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Salah satunya penyaluran modal usaha Rp350 juta bagi pelaku UMKM melalui Baznas di wilayah Probolinggo–Pasuruan.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini. Bagi saya, penghargaan ini adalah amanah untuk terus memperjuangkan pemerataan pembangunan di Jawa Timur. Ke depan, fokus saya adalah mendorong keadilan anggaran, peningkatan konektivitas, serta memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pendidikan agama agar pembangunan benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dini.
Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Probolinggo ini juga menegaskan, bahwa penghargaan semacam ini seharusnya tidak membuat wakil rakyat berpuas diri, melainkan menjadi cambuk untuk kerja-kerja politik yang lebih nyata.
“Saya harap penghargaan ini sebagai motivasi kita untuk bisa kerja semakin aktif, baik di legislatif maupun di tengah rakyat,” kata Dini.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jatim, Deni Wicaksono, S.Sos., mengingatkan bahwa tantangan terberat legislatif saat ini adalah mengembalikan kepercayaan publik.
“Hari-hari ini memang DPRD menjadi bagian yang paling berat untuk kembali meraih simpati dan perhatian masyarakat. Ini tugas kita bersama,” tegasnya.
Selain kategori individu, penghargaan juga diberikan kepada DPRD tingkat kota maupun kabupaten, seperti DPRD Madiun, Surabaya, Gresik, Bojonegoro, Pasuruan, Pacitan, Sidoarjo, dan DPRD Jatim sebagai lembaga provinsi terbaik.
Momentum ini diharapkan bisa menjadi ruang refleksi bagi seluruh wakil rakyat di Jawa Timur, bahwa kerja parlemen sejatinya adalah memastikan kebijakan menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan sekadar memenuhi target politik.
Tentunya rakyat menunggu apakah penghargaan ini benar-benar menjadi energi baru, atau sekadar plakat yang tersimpan di lemari.(Fafa)
