Erick Thohir Murka! Kasus Pelecehan Atlet Bongkar Gelap Relasi Kuasa di Dunia Olahraga

Matawarta.com, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang atlet cabang olahraga kickboxing. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan kepada pelatih dan pengurus olahraga.

“Cerita atlet kickboxing tentang kekerasan seksual yang dialaminya sungguh membuat kita semua terluka. Saya merasakan kepedihan ketika membaca proses dan perjuangan korban untuk mendapatkan keadilan,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Rabu (11/3/2026).

Ia menyoroti ironi sosok yang diduga menjadi pelaku justru merupakan pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi Kickboxing Indonesia Jawa Timur. Menurutnya, posisi tersebut seharusnya digunakan untuk melindungi dan membina atlet, bukan sebaliknya.

“Saya hargai keberanian korban untuk bercerita. Tentu bukan hal mudah mengatasi trauma pahit itu, tetapi korban berani bersuara agar tindakan serupa tidak terulang,” ujarnya.

Erick juga menegaskan penyalahgunaan relasi kuasa di dunia olahraga merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia menyinggung adanya lebih dari satu kasus serupa yang belakangan mencuat ke ranah hukum.

“Kami mengecam keras penyalahgunaan kekuasaan ini. Dunia olahraga harus menjadi ruang yang aman, bermartabat, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Erick.

Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan bagi korban. Bahkan, Erick menegaskan pelaku kekerasan seksual yang terbukti bersalah harus dilarang terlibat dalam dunia olahraga seumur hidup.

“Siapa pun yang terbukti menyalahgunakan kewenangan untuk melakukan kekerasan, termasuk kekerasan seksual, tidak boleh lagi dilibatkan dalam dunia olahraga. Tidak ada toleransi,” katanya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga mendorong seluruh organisasi olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan atlet. Erick menekankan pentingnya menciptakan lingkungan olahraga yang sehat dan aman agar atlet dapat berprestasi tanpa rasa takut.

Sebelumnya, atlet putri asal Jawa Timur berinisial VAP (24) mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya melalui media sosial.

“Aku memendam kejadian ini sejak lama. Aku takut bersuara karena dia adalah ketua, dan aku hanyalah seorang atlet,” tulisnya.

Saat ini kasus tersebut telah ditangani Polda Jawa Timur. Aparat kepolisian telah menetapkan terduga pelaku berinisial WPC sebagai tersangka.

Kasus serupa juga dilakukan oleh pelatih panjat tebing Hasan Basir. Ia diduga melakukan pelecehan terhadap sejumlah atletnya. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *