Matawarta.com;TUNISIA — Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) menggelar pertemuan hangat bersama Duta Besar Republik Indonesia untuk Tunisia dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaboratif, pada 28 April 2026.
Momen tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran intelektual diaspora Indonesia di tingkat global.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahim, tetapi juga membuka ruang dialog strategis antara PP ISNU dan perwakilan pemerintah Indonesia di Tunisia. Berbagai gagasan dan pandangan dibahas secara konstruktif.
PP ISNU mendorong dalam diskusi dengan duta besar RI untuk Tunisia terkait kontribusi diaspora dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui jalur keilmuan dan kebudayaan.
PP ISNU juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam diplomasi keilmuan. Organisasi ini berupaya menghadirkan nilai-nilai Islam Nusantara yang moderat, inklusif, dan adaptif sebagai bagian dari wajah Islam Indonesia yang relevan di tengah dinamika global.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi langkah awal dalam menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas. Fokus kerja sama diarahkan pada bidang pendidikan, kebudayaan, serta pengembangan sumber daya manusia guna memperkuat sinergi antara diaspora Indonesia dan perwakilan negara di luar negeri.
Melalui momentum ini, diharapkan hubungan yang terjalin dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan peran Indonesia dalam percaturan global, khususnya melalui pendekatan intelektual dan kultural.(fb)
