Matawarta.com, JAKARTA- Mantan Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief angkat bicara soal ancaman larangan suporter tandang yang mencuat setelah insiden penyerangan bus EPA Persib Bandung.
Ferry mengingatkan I.League agar tidak gegabah mengambil keputusan. Menurutnya, kebijakan yang tidak mempertimbangkan berbagai aspek justru bisa menghambat perkembangan sepak bola Indonesia.
“Kalau dibilang suporter banyak melakukan tindakan gegabah tanpa berpikir panjang, I.League juga seharusnya tidak mengambil tindakan yang gegabah. Jangan sampai ada keputusan yang justru kontraproduktif terhadap upaya memajukan sepak bola,” ujar Ferry.
Ia menilai, kehadiran suporter tandang tidak selalu menimbulkan masalah. Ferry mencontohkan pengalaman The Jakmania saat bertandang ke Yogyakarta yang mendapat sambutan positif dari suporter setempat.
Bahkan, kedatangan Jakmania disebut memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM di wilayah tersebut.
“Di Yogyakarta, misalnya, tidak ada masalah. Pelaku UMKM di sana mengatakan mendapatkan keuntungan besar. Brajamusti dan Maident juga merasa kedatangan Jakmania seperti didatangi saudara,” katanya.
Meski demikian, Ferry mengingatkan anggota The Jakmania agar tetap berhati-hati ketika berada di daerah lain. Ia meminta suporter menghormati lingkungan setempat dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik.
“Ketika masuk ke suatu lingkungan, jangan berharap lingkungan itu yang menyesuaikan diri dengan kita. Justru kita yang harus menyesuaikan diri,” tuturnya.
Ferry juga berpesan agar anggota Jakmania tidak memancing keributan dengan menunjukkan identitas kelompok di wilayah yang berpotensi menimbulkan gesekan.
“Di mana pun berada, kalian harus waspada, menghindari keributan, dan mencegah gesekan,” pungkasnya. (paz)
