MataWarta.com; JAKARTA – Spanyol dan Inggris tidak mendukung keputusan Amerika Serikat (AS), yang menyetujui pengiriman bom tandan atau bom curah ke Ukraina. Kebijakan itu diumumkan pemerintahan Joe Biden pada Jumat (7/7/2023), di mana amunisi tersebut akan dimasukkan dalam paket bantuan senjata AS berikutnya senilai USD 800 juta ke Ukraina.
Bom tandan adalah senjata yang direkayasa untuk menyebarkan bom berukuran kecil ke area yang luas, berpotensi menimbulkan risiko mematikan bagi warga sipil. AS, Ukraina, dan Rusia tidak bergabung dalam Konvensi Pelarangan Bom Tandan 2010, yang didukung lebih dari 100 negara, termasuk Inggris dan Spanyol.
“Spanyol, bersamaan dengan komitmen tegasnya untuk Ukraina, juga memiliki komitmen kuat bahwa senjata dan bom tertentu tidak dapat dikirimkan dalam keadaan apapun,” ungkap Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles pada Sabtu (8/7). “Tidak untuk bom tandan dan ya untuk pertahanan Ukraina, yang kami pahami tidak dapat dilakukan dengan bom tandan.”
Sementara itu, Perdana Menteri Rishi Sunak pada Sabtu menekankan, Inggris bertekad untuk menghormati komitmen sebagai penandatangan konvensi 2010 yang melarang produksi atau penggunaan bom tandan.
“Kami akan terus melakukan bagian kami untuk mendukung Ukraina melawan invasi ilegal dan tidak beralasan Rusia, namun kami telah melakukannya dengan menyediakan tank tempur berat dan senjata jarak jauh terbaru, dan semoga semua negara dapat terus mendukung Ukraina,” ujar PM Sunak seperti dilansir Politico, Senin (10/7).
Di tengah isu ini, PM Sunak melangsungkan pertemuan dengan Presiden Biden di London pada Senin, menjelang KTT NATO 11-12 Juli di ibu kota Lithuania, Vilnius.
