Kata AHY Usai Demokrat Dikritik Gabung Kabinet Jokowi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung banyaknya nyinyiran yang datang ke partainya sejak bergabung di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

AHY bakal mengemban jabatan Menteri ATR/BPN di Kabinet Indonesia Maju hingga masa kepemimpinan Jokowi sebagai kepala negara berakhir pada 20 Oktober 2024 atau lebih kurang 8 bulan. AHY menilai bergabungnya Partai Demokrat kembali ke pemerintahan sebagai bentuk amanah.

“Jangan dilihat dari durasinya. Mungkin teman-teman ada yang mendengar, ‘ah Demokrat cuma 8 bulan, mau ngapain 8 bulan?’ Nah, kalau saya termasuk orang yang tidak pernah melihat waktu itu dari sisi kuantitasnya, tetapi dari sisi kualitasnya,” kata AHY di DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2024).

AHY menilai, kinerjanya sebagai menjadi Menteri ATR/BPN tidak diukur dari tenggat waktu. Dia optimistis bisa melakukan sejumlah percepatan.

“Ada yang lima tahun, 10 tahun, tapi business as usual. Biasa-biasa saja. Ada yang singkat tetapi berhasil melakukan percepatan-percapatan,” kata AHY.

Justru, lanjut AHY, waktu 8 bulan terakhir adalah masa-masa yang menentukan. Pasalnya, di waktu 8 bulan ke depan itu merupakan masa transisi pasca pemilu 2024.

“Nah, tugas Demokrat walupun tadi 8 bulan, sama-sama kita kawal agar pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa menuntaskan tugas-tugas dan programnya, bisa soft landing,” ujar AHY.

Sekaligus mempersiapkan agar pergantian kepemimpinan lima tahun berikutnya sukses. Terlebih, kata AHY, apabila Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI 2024.

“Insyaallah Bapak Prabowo Subianto jika pada saatnya nanti secara resmi ditetapkan sebagai Presiden Republik Indonesia lima tahun ke depan, Demokrat ada di fase-fase yang penting ini,” kata AHY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *