Keracunan MBG Bikin Anak Trauma, Ketua BGN Yakin Hanya Sebagian Kecil

Matawarta.com, JAKARTA- Meningkatnya kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Ketua Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menghormati jika ada orang tua yang melarang anaknya menyantap MBG.

“Kami sadari betul, di setiap kejadian pasti ada yang mengalami. Makanya saya selalu waswas dengan kejadian-kejadian seperti ini, karena tiap kejadian maka ada anak yang tersakiti atau penerima manfaat yang tersakiti, kepercayaan publik yang tergores, dan kemudian juga ada orang tua waswas,” ujar Dadan.

“Makanya kami akan berusaha sebaik mungkin agar kejadian itu tidak terulang, dan target kita adalah nol kejadian,” sambungnya.

“Bagi anak yang tidak ingin menerima untuk sementara waktu kita harus hormati,” ujar Dadan.

Namun, Dadan menyakini jumlah anak-anak yang menerima manfaat dari program MBG lebih besar dibandingkan yang trauma. Untuk itu, BGN akan berusaha agar kejadian serupa tak terulang lagi.

“Tapi banyak kasus kejadian anak-anak itu ingin kembali mengonsumsi makanan-makanan bergizi. Jadi hanya sebagian kecil yang trauma,” tandas Dadan. 

Kasus keracunan MBG kembali terjadi. Ratusan siswa di berbagai sekolah di Cipongkor, Bandung Barat, menjadi korban. Sebelumnya, ratusan siswa juga mengalami hal yang sama di Garut, Jawa Barat. (mel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *