Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir turut menyinggung potensi cabang olahraga akuatik dalam perburuan medali di SEA Games 2025. Kemenpora menegaskan komitmennya untuk mendukung target tiga medali emas yang telah dicanangkan Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI).
“Kita akan dukung. Kalau nanti bisa dapat empat atau lima emas, tentu alhamdulillah. Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Anin, PB AI pasti memasang target terbaik,” ujar Menpora.
Sementara itu, Ketua Umum PB AI Anindya Bakrie menegaskan keseriusan organisasinya dalam mengembangkan seluruh nomor akuatik, mulai dari renang, polo air, renang perairan terbuka, renang artistik, hingga loncat indah.
“Semua kami seriusi dengan fokus jangka panjang. Target kami bukan hanya SEA Games, tetapi bagaimana pada Olimpiade 2028 dan 2032, dari Los Angeles hingga Brisbane, grafik prestasi kita terus menanjak. Nomor-nomor yang sebelumnya belum bisa menembus kualifikasi A, ke depan harus bisa, bahkan membuka peluang meraih medali,” jelas Anindya.
Ia mengakui, upaya tersebut tidak mudah. Namun PB AI bertekad menjadikan akuatik sebagai sumber kebanggaan bangsa, dengan berbagai terobosan strategis. Salah satunya dengan menjaring atlet-atlet potensial untuk menempuh pendidikan dan berlatih di luar negeri, agar terbiasa dengan atmosfer kompetisi internasional.
“Tentu juga dibarengi pembinaan sejak usia dini, supaya atlet kita bisa berlatih dan bertanding di level internasional sekaligus menempuh pendidikan di luar negeri,” tambahnya.
Dalam mengejar target prestasi tersebut, PB AI juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kemenpora. Anindya berharap renang sebagai mother of sport dapat menjadi salah satu lumbung medali Indonesia di masa depan.
“Kerja sama ini akan terus kami lanjutkan. Terima kasih atas dukungannya, kami akan berupaya memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Terkait SEA Games 2025, Anindya menyebut PB AI sudah memetakan nomor dan cabang yang berpotensi menyumbang medali. Ia optimistis para atlet akuatik Indonesia mampu tampil maksimal, terlebih banyak di antaranya terus memecahkan rekor nasional.
“Kami memahami fokus pemerintah dan Pak Erick adalah memastikan atlet bisa berlatih dan bertanding di level internasional. Itu juga menjadi fokus utama kami saat ini,” pungkas Anindya.
