Menpora Zainudin Amali: Olimpiade Dan Paralimpiade Mempunyai Hak Yang Sama Dalam DBON

matawarta.com, JAKARTA – Menpora Amali memberikan informasi adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang akan dimulai pada tanggal 9 September 2021 oleh Presiden Joko Widodo nanti, akan menyetarakan posisi antara Olimpiade dan Paralimpiade. 

Hal ini disampaikan pada saat menjemput Kontingen Indonesia yang bertanding pada Paralimpiade Tokyo 2020 di VVIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/9/2022) dini hari.

“Sekarang Olimpiade dan Paraimpiade akan kita setarakan di dalam DBON. Dengan itu, saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk memberi perhatian dan dukungan yang sama kepada atlet paralimpiade saat bertanding,” kata Menpora Amali.

Selanjutnya, amali mengatakan bahwa olimpiade dan paralimpiade sebagai target utama. Hal ini membutuhkan dukungan serta perhatian dari seluruh pihak yang terkait.

“Karena kita mempunya target yang tinggi, oleh karena itu dibutuhkan dukungan dan perhatian dari semua bidang, baik dari Kementerian/lembaga, gubernur, bupati, walikota dan kelompok-kelompok masyarakat untuk memberikan dukungan yang sama untuk target tinggi kita olimpiade dan  paralimpiade,” tegasnya.

Setelah ini, akan di evaluasi untuk persiapan Olimpiade dan Paralimpiade Paris 2024, sebab tahun depan sudah dimulai untuk kualifikasi Olimpiade dan Paralimpiade.

“Kita tidak akan dadakan, menjelang event tersebut, 6 bulan sudah melakukan persiapan. Saya kira cara itu harus diubah. Dengan DBON, pandangan kita semua berubah. Bagaimana kita mempersiapkan secara jangka panjang, berjenjang dan pembinaan dari usia dini,” katanya.

Di kesempatan kali ini, Amali mengungkapkan meminta kepada masyarakat khususnya difabel untuk tetap bersemangat dan pantang menyerah. Menurutnya, prestasi yang peroleh atlet difabel di ajang Paralimpiade menunjukan bahwa masyakarat difabel dengan yang bukan difabel mempunyai hal yang sama.

“Kepada masyarakat Indonesia terutama penyandang disabilitas harus tetap semangat. Apa yang sudah ditunjukan para kontingen Indonesia di ajang Paralimpiade Tokyo 2020, tidak ada bedanya karena sama-sama bisa menghasilkan prestasi dan juga sama-sama mengharumkan nama bangsa,” ujar Menpora Amali.

Menurut Atlet Para Bulutangkis Leani Ratri Oktila peraih 2 emas,1 perak di Paralimpiade Tokyo 2020 mengaku senang dengan adanya kesetaraan atlet difabel dengan atlet bukan difabel.

“Saya sangat senang, karena sekarang tidak ada lagi perbedaan atlet difabel dengan atlet bukan difabel. Sejak pertama kali saya jadi atlet difabel pada tahun 2013, di era Presiden Jokowilah saya benar-benar merasa disamakan dengan atlet non difabel. Saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi dan Menpora Amali,” pungkasnya.(mtc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *