Matawarta.com, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap menerapkan rekayasa lalu lintas berskala nasional untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan one way nasional direncanakan diberlakukan pada 18 Maret, seiring prediksi puncak pergerakan kendaraan keluar dari Jakarta.
Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan skema satu arah tersebut akan diterapkan sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan. Menurutnya, langkah ini menjadi strategi utama untuk menjaga kelancaran arus mudik di jalur utama Trans Jawa.
“Bahwa puncak arus mudik yang akan diperkirakan adalah tanggal 18. Jadi tanggal 18 itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kita berlakukan One Way Nasional arus mudik,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, hingga hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, baru sekitar 28 persen kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan. Artinya, sebagian besar pemudik diperkirakan akan bergerak dalam waktu bersamaan menjelang puncak arus mudik.
Selain skema one way nasional, Korlantas juga menyiapkan berbagai rekayasa tambahan seperti pengoperasian sejumlah ruas tol fungsional. Jalur Japek Selatan dari Sadang menuju Deltamas hingga Setu disiapkan untuk membantu memecah kepadatan, terutama saat arus balik.
Begitu pula ruas Bocimi Parungkuda-Karangtengah yang diharapkan dapat mengurangi beban jalur arteri Cibadak.
Rekayasa serupa juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa, di antaranya ruas Solo-Jogja, Probolinggo-Besuki hingga Paiton, serta Semarang-Bawen sampai Ambarawa yang mulai difungsikan guna mendukung kelancaran perjalanan pemudik.
“Ada juga pengalihan tol fungsional ya di Japek Selatan. Nanti ini sangat strategis untuk memecah pada saat arus balik, jadi Sadang sampai ke Deltamas sampai Setu ini bisa digunakan. Termasuk di Bocimi, Parungkuda sampai Karangtengah sehingga nanti yang harusnya jalan arteri Cibadak ini nanti bisa terurai,” sebutnya.
“Termasuk juga yang ada di Solo-Jogja, yang dari Probolinggo ke Besuki sampai Paiton, termasuk dari Semarang-Bawen sampai Ambarawa sudah difungsionalkan,” tambah dia.
Operasi Ketupat 2026 sendiri berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Kebijakan one way nasional diharapkan menjadi kunci mengurai potensi kemacetan besar pada puncak arus mudik tahun ini. (mua)
