Matawarta.com, JAKARTA- Jarak elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra dalam survei terbaru Poltracking Indonesia menjadi sorotan. Namun, PDIP merespons hasil tersebut dengan santai.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah menilai naik-turunnya elektabilitas partai merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. Ia meminta kadernya tidak larut dalam angka survei.
“Ya biasalah yang kayak gitu. Enggak usah kaget kita,” kata Said di Kompleks Parlemen, Kamis (24/9).
Menurut Said, hasil survei bukan alasan bagi PDIP untuk lengah. Ia menegaskan partainya akan tetap bergerak dan menjaga kerja politik di tengah masyarakat.
“Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus jangan apa ya jangan lengah kita berjuang dan Insyaallah kita akan menang,” ujarnya.
Said bahkan menyoroti perubahan angka elektabilitas dalam sejumlah survei yang menurutnya bergerak cukup cepat. Ia mengaku terus mencermati perkembangan tersebut.
Ia mencontohkan, dalam survei sebelumnya selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP disebut berada di kisaran dua hingga lima persen. Namun, dalam survei terbaru jaraknya melebar.
“Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2, 21 [persen] Gerindra, 17 [persen], hampir, 16,7 [persen] PDIP. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11 [persen], Gerindra naik,” kata Said.
Ia pun menggambarkan bagaimana angka survei dapat kembali berubah dalam waktu mendatang. Karena itu, Said memilih tidak menjadikan satu hasil survei sebagai patokan akhir.
Di sisi lain, survei Poltracking Indonesia memang menunjukkan Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,2 persen. PDIP berada di posisi kedua dengan 11,6 persen, disusul Golkar 10,4 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang tersebar di 38 provinsi. Margin of error tercatat sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Menanggapi posisi Gerindra yang berada jauh di atas PDIP, Juru Bicara DPP Partai Gerindra Sugiat Santoso juga memilih tidak jemawa.
Sugiat mengatakan Gerindra menyadari elektabilitas partai dapat berubah mengikuti dinamika politik dan persepsi masyarakat. Karena itu, partainya memilih menjaga kepercayaan yang saat ini tercermin dalam hasil survei.
“Kami menyadari bahwa tingkat elektabilitas dapat berubah seiring dengan dinamika dan persepsi masyarakat. Karena itu, yang paling penting bagi Gerindra adalah terus menjaga kepercayaan tersebut,” kata Sugiat. (paz)
