Bukan Laga Mudah! Persija Berjuang Mati-matian Hadapi PSMS, Choi Beri Pengakuan

Matawarta.com, JAKARTA – Persija Jakarta harus mengubur ambisi membawa pulang kemenangan dari markas PSMS Medan. Meski sudah mengerahkan kemampuan terbaik, Macan Kemayoran hanya mampu bermain imbang 1-1 dalam pertandingan pembuka League Cup 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Selasa (3/11) malam.

Hasil tersebut tidak lepas dari perjuangan berat yang harus dilalui Persija sepanjang pertandingan. Asisten pelatih Choi In-cheul mengakui anak asuhnya menghadapi tantangan besar, terutama setelah memasuki babak kedua.

Persija memang tidak tampil dengan komposisi pemain utama. Sejumlah pemain yang selama ini jarang mendapatkan menit bermain di Super League 2026/2027 dipercaya untuk mengisi skuad.

Choi menilai kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pemain muda. Meski gagal meraih kemenangan, dia tetap mengapresiasi kerja keras seluruh pemain di lapangan.

“Para pemain kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tentu, mendapatkan tiga poin atau bahkan satu poin sudah menjadi hasil yang bagus. Dengan raihan satu poin ini, saya melihat para pemain muda kami sudah berjuang dengan sangat baik,” ujar Choi In-cheul.

Dia tidak menampik Persija mengalami penurunan performa setelah jeda pertandingan. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemain membuat PSMS lebih leluasa mengembangkan permainan dan memberikan tekanan.

“Pada babak kedua, pemain kami melakukan cukup banyak kesalahan. Hal tersebut membuat alur pertandingan menjadi lebih sulit bagi kami. Namun, kedua tim sudah berusaha dengan baik dan menurut saya, hasil pertandingan ini cukup bagus,” katanya.

Jika melihat jalannya pertandingan, Persija sebenarnya sempat berada di atas angin. Tim ibu kota tampil agresif sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan menjelang turun minum.

Figo Dennis menjadi pencetak gol Persija pada menit ke-42. Berawal dari umpan Kwon Chang-hoon, Figo mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang berujung gol.

Namun, keunggulan Macan Kemayoran tidak bertahan hingga pertandingan selesai. PSMS berhasil memanfaatkan peluang untuk menyamakan kedudukan lewat Phillerson Natan pada menit ke-80.

Gol tersebut membuat Persija harus puas dengan hasil imbang meski sudah berjuang mempertahankan keunggulan selama sebagian besar pertandingan.

Choi juga menjelaskan bahwa perbedaan pengalaman dan kondisi fisik pemain menjadi salah satu faktor yang membuat Persija kesulitan menghadapi tekanan PSMS.

“Beberapa pemain kami yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan bermain di Super League masih memiliki keterbatasan dari segi fisik dan pengalaman. Hal itu membuat kami sedikit kesulitan pada babak kedua sehingga pertandingan menjadi lebih berat,” ungkapnya. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *