JAKARTA – matawarta.com : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung membentuk tim gabungan. Tim itu dari unsur internal dan eksternal Polri.
Tim gabungan itu untuk mengungkap kasus penembakan antaranggota Polri di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Jumat lalu.
“Saya sudah membentuk tim khusus yang dipimpin Wakapolri. Polri juga menghubungi rekan-rekan dari luar. Misalnya Kompolnas dan Komnas HAM,” kata Jenderal Sigit.
Pembentukan tim gabungan ini dilakukan untuk mencegah munculnya isu atau berita liar. Supaya kasus ini juga bisa terungkap secara terang benderang.
“Kasus ini ditangani Polres Jakarta Selatan dan saya minta penanganannya dengan prinsp scientific crime investigation. Nanti ada asistensi dari Polri dan Bareskrim,” tutur Jenderal Sigit.
Peristiwa penembakan ini terjadi di rumah dinas Kadiv Propam, Jalan Pancoran, Jaksel, Jumat lalu. Baku tembak terjadi antara Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat dan Bharada E.
Brigadir Yosua adalah ajudan drive caraka (ADV) istri Kadiv Propam. Sedangkan Bharada E adalah ADV Kadiv Propram.
Brigadir Yosua diduga melakukan pelecehan terhadap istri Kadiv Propam. Saat peristiwa itu terjadi Bharada E coba mengamankan, hingga terjadi baku tembak yang menewaskan Brigadir Y.*(WAH)
