TAIPEI – matawarta.com : Kamar Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei mengungkapkan belum perlu melakukan evakuasi terhadap Warga Negara Indonesia (WNI). Kendati luncuran rudal balistik Dong Feng China ke selat Taiwan, Kamis (4/8/2022).
KDEI merupakan kantor perwakilan Indonesia di Taiwan. Itu karena Jakarta tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taipei. Imbas relasi RI-China yang menjunjung kebijakan “Satu China”.
“Pada dasarnya KDEI telah mempunyai skema evakuasi yang terukur untuk repatriasi WNI yg ada di Taiwan. Itu bila terjadi kegawatan, menurut tingakat prioritas baik skema rute udara maupun laut,” ujar Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan KDEI Taiwan, Ichwan Joesoef, Kamis (4/8/2022).
Ichwan kemudian berujar pantauan keadaan di Taiwan saat ini masih normal. Di semua sektor dan tidak ada indikasi gesekan yang berarti untuk melakukan tindakan preventif.
Sementara Kemlu RI menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi bagi para WNI di Taiwan. Mereka berharap konflik China-Taiwan tidak meningkat. Kemlu mencatat saat ini ada sekitar 300 ribu WNI yang berada dan bekerja di Taiwan.
“Semoga tidak terjadi eskalasi dan bahkan konflik bersenjata. Namun demikian Kantor Dagang RI di Taiwan sudah mempunyai SOP langkah-langkah kontijensi,” kata juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah.
Baru-baru ini, militer China meluncurkan sejumlah proyektil jarak jauh, termasuk 11 rudal balistik Dongfeng, ke perairan dekat pantai utara, selatan, timur Taiwan. Demikian menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.
Penembakan rudal dan proyektil ini bagian dari latihan militer besar-besaran China sebagai bentuk tanggapan keras atas lawatan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan, Rabu lalu.
Beijing menggelar latihan di enam area di Selat Taiwan mulai Kamis ini hingga Minggu. Latihan itu berada di enam titik. Jika dilihat dari peta, area tersebut bak mengepung Taiwan.
China menilai tur Pelosi tersebut membahayakan kedaulatannya dan merusak hubungan diplomatik AS-China.*(WAH)
