JAKARTA, matawarta.com – Menpora Zainudin Amali dipercaya menjadi penguji eksternal untuk sidang ujian program doktor. Sidang ujian dijalani Kenius Kogoya yang menjalani program doktoral di Universitas Cenderawasih.
Menteri ZA menjadi penguji secara virtual dari Jakarta. Tema disertasi yang diajukan adalah “Nasionalisme, Kebudayaan, dan Olahraga: Studi Dampak Penyelenggaraan PON pada Orang Asli Papua”.
Menpora mengawali pembahasan ujian itu dengan mengulik sejarah PON. Dikatakan Menpora, PON merupakan mata rantai tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia.
“PON pertama dilaksanakan di Solo, ini muncul setelah awalnya Indonesia ditolak untuk tampil di Olimpiade saat itu. Oleh Bung Karno kemudian menunjukkan kepada dunia bahwa kita ini adalah negara yang sudah merdeka, ada pemerintahan, dan ditunjukkan dengan PON,” kata Menpora.
Menpora kemudian menyinggung soal PON 2021 yang diselenggarakan di Papua. Kepada Kenius Kogoya, Menpora bertanya apa dampak yang dirasakan masyarakat Papua atas pesta olahraga tersebut.
Kenius Kogoya lantas menjawab berdasarkan hasil yang diperoleh, ada 86 persen menyatakan hotel banyak dibangun, 75 persen gedung perkantoran banyak dibangun, 58 persen berkembang sentra industri, dan 86 persen fasilitas olahraga atau sarana dan prasarana olahraga banyak dibangun dengan adanya PON.
“Ditetapkannya Papua sebagai tuan rumah PON pada 2021, masyarakat di Papua merasa dihargai, diperhatikan, dan dipercaya oleh negara,” kata Kenius Kogoya.*(WAH)
