MataWarta.com; JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah sekalipun meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) atas berbagai pelanggaran HAM berat yang terjadi.
Hal itu ditegaskan Mahfud sebagai respons atas isu yang menyebutkan Jokowi telah meminta maaf kepada PKI.
“Sekarang kalau saya di daerah, ‘Pak kenapa PKI dimaafkan? Ndak ada. Kenapa presiden minta maaf ke PKI? Ndak ada, itu hoaks,” kata Mahfud saat Rapat Koordinasi ‘Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024’ di Jakarta Selatan, Senin, 29 Mei 2023.
Dikatakan Mahfud, Presiden Jokowi memang pernah menyinggung soal PKI melalui pidatonya. Tapi, lewat pidato itu Jokowi hanya mengungkapkan penyesalannya atas pelanggaran HAM yang terjadi beberapa waktu silam.
“Presiden tidak pernah meminta maaf kepada PKI, yang dinyatakan oleh presiden itu, presiden mengakui telah terjadi pelanggaran HAM berat dalam 13 kasus itu, tertulis 14,” tuturnya.
“Karena wasior dan wawina semula jadi satu sekarang dipisah, peresiden menyesal telah terjadi itu, kenapa? Loh kan tidak bisa nolak presiden, itu sudah keputusan Komnas HAM, bahwa itu terjadi dan kita semua melihat itu semua terjadi,” sambung Mahfud.
Mahfud menyebut, pertanyaan soal Jokowi meminta maaf kepada PKI itu seringkali ia dengar saat berkunjung ke daerah-daerah.
Saat itu, Mahfud kembali memberikan penjelasan bahwa permintaan maaf Jokowi ke PKI itu tidak ada sama sekali.
“Sekarang ini kalau saya ke daerah ada orang berbisik kenapa pemerintah minta maaf ke PKI kan harusnya PKI minta maaf ke kita, di mana Anda baca? Di media, di medsos, ga ada, pidato presiden itu terekam jelas ketika menyatakan itu bisa dibuka di YouTube,” ujar Mahfud.
