Matawarta.com, BEKASI– Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam Sholeh menyebut kepemimpinan publik bakal kokoh jika diawali dengan individu pemimpin yang sukses di dalam rumah tangganya. Karena itu, Kemenpora menggelar pelatihan untuk menguatkan hal tersebut.
“Bagaimana bisa sukses urusan publik yang banyak dan rumit permasalahannya, kalau dalam kepemimpinan yang terkecil, keluarga, berantakan. Ini pakem yang jadi pegangan kita,” tegas profesor Niam dalam sambutan dalam Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga (PKPRT) di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (18/8).
Pria yang juga katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu meminta setiap individu hendaknya mempersiapkan spektrum kepemimpinan yang terkecil sebelum bicara soal kepemimpinan publik. Spektrum terkecil itu ialah di ranah keluarga.
“Karena setiap orang akan menjadi pemimpin nantinya. Dan jarang sekali orang yang secara sadar, sengaja untuk sekolah kepemimpinan dalam hal keluarga dan rumah tangga,” ungkapnya.
Menurut pria asal Nganjuk, Jatim, itu, setiap orang pasti akan menempuh fase kepemimpinan dalam rumah tangga. Karena itu, memaksimalkan kemampuan memimpin di lingkungan terkecil bakal bermanfaat untuk lingkungan yang lebih besar.
“Baik didesain atau tidak, dipelajari atau tidak, akan melewatinya. Kecuali mencita-citakan jadi gadis atau jejaka sepanjang hayat. Yang sudah menikah pun penting memperbarui pengetahuan,” tuturnya.
Lebih-lebih, lanjut pengasuh Pondok Pesantren al-Nahdlah tersebut bahwa angka perceraian melalui Pengadilan Agama mencapai 500 ribu kasus per tahunnya.
“Ini di Pengadilan Agama, belum yang di Pengadilan Negeri. Kenapa itu terjadi? Di antaranya karena rendahnya pemahaman tugas dan tanggung jawab masing-masing individu di dalam keluarga. Padahal laki-laki adalah pemimpin, perempuan juga pemimpin. Haditsnya juga jelas. Inilah pentingnya kegiatan ini dilaksanakan,” ungkapnya.
Di hadapan sekitar 100 peserta, suami Lia Zahiroh yang mengenakan batik lengan panjang dipadu celana dan sepatu gelap dan berpeci hitam itu berharap, tiga materi yang disuguhkan menjadi bekal untuk mengokohkan jiwa kepemimpinan di dalam masing-masing individu yang kemudian bisa bertransformasi menjadi pemimpin.
’’Itu menjadi pondasi dalam mengokohkan tugas dan tangggung jawab saat mengemban kepemimpinan publik. Semoga ini menjadi bagian jihad konstitusional di dalam momentum kemerdekaan Republik Indonesia,’’ harap bapak lima anak yang juga aktif sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia itu.
Sekadar diketahui, para peserta yang terdiri atas komunitas anak muda, pelajar dan mahasiswa baik yang sudah menikah maupun yang belum nikah di Bekasi itu mendapat materi hukum pernikahan, psikologi pemuda dalam rumah tangga, kesehatan reproduksi pemuda, manajemen keuangan dalam rumah tangga, perlindungan anak dan Kepengasuhan berkualitas serta motivasi2 kepemudaan dari para narasumber ahli dan kompeten.
Hadir dalam kegiatan PKPRT angkatan ke-14 yang dilaksanakan hingga 20 Agustus 2023 itu di antaranya Asdep Kepemimpinan Pemuda Subroto dan dua Penanggung Jawab Pembinaan dan Pengembangan Kepemimpinan Pemuda H Abdullah Mas’ud dan Jaswadi. (yuh)
