Matawarta.com, JAKARTA – PSSI tengah berburu sosok pelatih baru untuk Timnas Indonesia usai berpisah dengan Patrick Kluivert. Namun, di balik upaya tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengaku ada satu kendala besar: bullying di media sosial!
Dalam pertemuan dengan para pimpinan redaksi media di Jakarta, Kamis (23/10), Erick membeberkan sejumlah pelatih luar negeri mulai ragu menangani skuad Garuda karena takut jadi sasaran serangan warganet.
“Jangan sampai persepsi yang terjadi belakangan ini membuat posisi kita sulit mencari pelatih,” ujar Erick.
“Pelatih-pelatih sebelumnya juga sempat shock diserang lewat DM, bahkan sampai ke keluarganya.”
Erick menilai, kondisi ini harus segera diubah jika Indonesia ingin memiliki sepakbola yang lebih maju. Ia mengajak para suporter untuk menjaga sportivitas dan memberi dukungan positif, bukan tekanan negatif.
“Kita semua harus menyehatkan persepsi sepakbola nasional. Saya ingin para pemain lebih percaya diri, dan federasi akan melindungi mereka,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada tantangan, Erick memastikan PSSI tetap fokus pada program jangka panjang. Ia juga memanfaatkan jaringannya di level internasional untuk memastikan calon pelatih baru mendapat dukungan penuh.
“Yang saya lakukan sekarang adalah memberikan kepercayaan terbaik bagi calon pelatih. Kami tetap punya program long term,” tutup Erick.
Sementara itu, Timnas Indonesia dijadwalkan kembali berlaga di FIFA Matchday pertengahan November, dan publik menantikan siapa sosok yang bakal menakhodai skuad Garuda selanjutnya. (mua)
