Evakuasi Korban Bangunan Ambruk di Ponpes Al-Khoziny Mulai Pakai Alat Berat, 5 Crane Dikerahkan

Matawarta.com, JAKARTA – Proses evakuasi korban bangunan ambruk di Pondok Pesantren Al Khozyni, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, dimulai menggunakan alat berat. Keluarga korban telah menyetujuinya.

Sebanyak lima unit alat berat jenis crane dikerahkan, Kamis (2/10) siang. Alat tersebut mengambil satu-satu reruntuhan secara hati-hati.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan evakuasi dengan menggunakan alat berat dilakjkan lantaran sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan para korban yang masih berada di dalam reruntuhan. Proses ini juga telah disetujui oleh keluarga korban.

“Tidak lagi ada tanda-tanda ditemukan kehidupan. Itu sudah dijelaskan kepada keluarga dan oleh karena itu keluarga juga setuju untuk penggunaan alat berat. Toh penggunaan alat berat pun akan digunakan dengan sangat-sangat hati-hati,” ucap dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan di lokasi,

“Mohon doanya ya semoga para korban masih ditemukan selamat, kita terus berdoa untuk itu. Semoga juga keluarga korban diberi ketabahan, kesabaran, keikhlasan menghadapi musibah yang sangat memprihatinkan ini,” kata Pratikno.

Sebelum memutuskan menggunakan alat berat dalam proses evakuasi, keluarga korban terus diajak berdialog. Mereka menyetujui setelah menunggu hampir empat hari kepastian kondisi sang anak.

“Nah, ini tadi barusan kita dipimpin oleh Pak Kepala BNPB berdialog lagi karena setiap hari terus dilakukan komunikasi dengan keluarga para santri. Apakah sudah saatnya untuk dilakukan mulai evakuasi dengan menggunakan bantuan alat-alat berat,” kata Pratikno. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *