Matawarta.com, JAKARTA– Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman,
resmi diperkenalkan kepada publik. Ia langsung bicara soal keragaman dalam sebuah tim.
Herdman menyebut perbedaan latar belakang pemain justru menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim nasional. Menurutnya, identitas dan asal-usul bukanlah ukuran utama dalam menilai seorang pemain di lapangan.
Herdman menekankan, fokus utamanya hanya tertuju pada kualitas permainan, sikap, dan kontribusi pemain untuk tim. Ia menolak menjadikan paspor atau latar belakang sebagai pembeda.
“Keragaman adalah kekuatan. Jika kita menganggapnya sebagai kelemahan, maka itulah yang akan terjadi,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu juga berkaca pada pengalamannya saat menangani Timnas Kanada. Saat itu, ia memimpin skuad dengan latar belakang budaya dan negara yang beragam, namun tetap mampu menyatu dalam satu tujuan.
“Di Kanada, ruang ganti dipenuhi pemain dengan berbagai latar. Ada yang berasal dari Amerika, Inggris, Skotlandia, dan negara lain. Tapi ketika mengenakan jersey yang sama, kami menjadi satu,” kata Herdman.
Ia menilai prinsip tersebut sangat relevan diterapkan di Indonesia. Bagi Herdman, Timnas harus berdiri di bawah satu bendera demi membangun identitas dan warisan yang kuat bagi generasi mendatang.
Dengan persatuan dalam keberagaman, Herdman optimistis para pemain dapat mengeluarkan potensi terbaik mereka dan membentuk Timnas Indonesia yang solid serta kompetitif di level internasional.
“Untuk menatap panggung dunia dan membuka jalan ke Piala Dunia, yang terpenting adalah kebersamaan. Bukan soal paspor atau asal-usul,” tegasnya.
John Herdman sendiri terikat kontrak hingga 2027, dengan opsi perpanjangan sampai 2030. Piala Asia 2027 akan menjadi salah satu ujian krusial bagi visinya bersama Timnas Indonesia. (mua)
