Matawarta.com; JAKARTA – Di tengah kompleksitas persoalan sosial dan tantangan pemberdayaan masyarakat, peran kaum intelektual semakin menemukan relevansinya. Hal inilah yang mengemuka dalam audiensi Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan komunitas sarjana NU dalam merumuskan arah kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang berpijak pada riset, nilai keagamaan, dan kebutuhan riil masyarakat.
Ketua Umum PP ISNU Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, MA, mengungkapkan bahwa ISNU terus mengalami perkembangan signifikan, baik secara organisasi maupun jejaring global. Menurutnya, keberadaan cabang ISNU di luar negeri menjadi potensi besar dalam memperkuat kontribusi intelektual NU di tingkat nasional maupun global.
“Jejaring sarjana NU kini semakin luas. Tantangannya adalah bagaimana kekuatan keilmuan ini hadir nyata di tengah masyarakat dan ikut menjawab persoalan kebangsaan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran sarjana NU dalam berbagai sektor strategis, mulai dari riset, pendidikan, hingga perumusan kebijakan publik, dengan tetap menjunjung tinggi nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Dalam suasana dialog yang hangat, Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar—yang akrab disapa Gus Imin—menyampaikan harapannya agar ISNU mengambil peran lebih aktif dalam agenda pemberdayaan masyarakat dan transformasi pesantren.
“Gagasan keilmuan harus diterjemahkan menjadi kerja-kerja konkret yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutur Gus Imin.
Menurutnya, sarjana NU memiliki posisi penting sebagai penghubung antara negara dan masyarakat, terutama dalam mendorong kemandirian ekonomi, kepemimpinan sosial, serta inovasi berbasis nilai keumatan.
Audiensi yang diinisiasi oleh Ketua PP ISNU Zainun Nasihah tersebut turut dihadiri Audiensi yang diinisiasi oleh salah satu Ketua PP ISNU, Zainun Nasihah, tersebut turut dihadiri Dewan Ahli PP ISNU Prof. Dr. Abdul Haris yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang 3 Menko PM, Sekretaris Umum Dr. Wardi Taufik, Bendahara Umum Mubasyier Fatah, serta jajaran pengurus PP ISNU lainnya, di antaranya Abd. Ghofar Husnan, Amin Mudzakkir, Adib Abdussomad, dan Nur Hayyid
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan komitmen ISNU untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun masyarakat yang berdaya, berpengetahuan, dan berkeadilan di tengah tantangan zaman. (ciu)
