Matawarta.com, JAKARTA – Isu panas pengadaan 21.801 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) mendadak bikin geger. Pasalnya, proyek yang disebut-sebut sempat ditolak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa itu ternyata tetap melaju. Ada apa sebenarnya?
Kepala BGN, Dadan Hindayana, langsung angkat bicara. Ia menegaskan, tidak ada permainan gelap di balik proyek jumbo tersebut. Menurutnya, semua sudah by the book alias sesuai aturan negara.
“Saya perlu klarifikasi terkait ini. Dalam APBN, anggaran BGN ada itu pengadaan motor roda dua dan sampai Oktober dananya dalam keadaan terblokir. Dibuka blokirnya pada Oktober,” kata Dadan.
Fakta yang bikin publik makin penasaran, anggaran motor listrik ini ternyata sempat diblokir dalam APBN 2025. Namun, pada Oktober 2025, blokir itu dibuka, dan proyek langsung tancap gas.
Dadan menjelaskan, pembukaan blokir bukan keputusan diam-diam.
Ada forum tripartit antara Kemenkeu, Bappenas, dan BGN. Artinya, menurut dia, semua pihak tahu dan menyetujui.
“Tiap tahap ada persetujuan. Dari buka blokir sampai pembayaran, semua lewat Kemenkeu. Jadi tidak mungkin ini proyek ‘diam-diam’,” ujarnya.
Di sisi lain, pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa justru membuka celah tanda tanya. Ia mengaku sempat menolak pengadaan itu karena miskomunikasi internal.
“Setahu saya sudah ditolak, tapi ternyata sebagian sudah lolos duluan,” ungkapnya.
Meski demikian,, Purbaya memastikan satu hal, tidak ada lagi pembelian motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tahun ini. (mua)
