Megawati Desak Keadilan atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Serukan Investigasi UNIFIL

Matawarta.com, JAKARTA – Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyampaikan belasungkawa sekaligus mengobarkan desakan lantang agar keadilan ditegakkan atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan Israel.

Lewat surat resmi partai yang diteken Hasto Kristiyanto dan Ahmad Basarah, Megawati bukan hanya berduka, ia memberi instruksi tegas kepada seluruh kader untuk memberikan penghormatan tertinggi bagi para prajurit yang gugur.

“Ini bukan sekadar kehilangan. Ini adalah pengorbanan anak bangsa di garis depan perdamaian dunia yang tidak boleh dibiarkan tanpa keadilan,” tegas Megawati dalam pesan yang dikutip, Kamis (2/4/2026).

Salah satu prajurit yang gugur, Praka Farizal Rhomadhon, disebut sebagai “kusuma bangsa” yang mengemban tugas mulia di bawah panji PBB. PDIP memastikan, duka itu tidak berhenti pada kata-kata.

“Keluarga besar PDI Perjuangan juga akan bergotong royong membantu keluarga korban, termasuk pemberian santunan rumah ataupun k e depan beasiswa bagi anaknya yang saat ini baru berusia 2 (dua) tahun,” sambungnya.

PDIP disebut Megawati mengangkat makna lebih besar di balik tragedi ini. Menurut mereka, para prajurit yang gugur adalah simbol nyata amanat konstitusi, Indonesia hadir bukan hanya berbicara soal damai, tapi berani berkorban untuknya.

“Selama hampir tujuh dekade, Kontingen Garuda telah menjadi mahkota diplomasi Indonesia di kancah dunia yang membuktikan bahwa bangsa ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian, tetapi juga bersedia berkorban untuk mewujudkannya di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

PDIP pun melontarkan kecaman keras. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap Resolusi DK PBB 1701 dan hukum humaniter internasional.

PDIP juga mendesak investigasi independen yang transparan dan akuntabel.

“Kami mendukung penuh investigasi terbuka. Hasilnya harus disampaikan ke publik dan Dewan Keamanan PBB tanpa ditutup-tutupi,” tegas mereka.

Partai berlambang banteng itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk tampil lebih berani di panggung global, terutama dalam melindungi pasukan perdamaian.

“Pemerintah harus ambil peran kepemimpinan di antara negara pengirim pasukan. Aturan keterlibatan harus dikaji ulang agar lebih melindungi prajurit kita,” serunya.

Di ujung pernyataan, Megawati mengajak seluruh kekuatan nasional harus bersatu.

“Mengajak seluruh kekuatan politik nasional untuk bersatu dan bekerja sama dalam menuntut keadilan bagi prajurit yang gugur serta memastikan keselamatan lebih dari 1.200 prajurit Indonesia yang masih bertugas di Lebanon,” tuturnya. (paz)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *