Matawarta.com, JAKARTA- Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah mengaku terkejut dengan pernyataan Amien Rais soal kedekatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Ia menilai menilai pernyataan itu telah melewati batas etik.
Said menegaskan isu yang menyentuh ranah pribadi seharusnya tidak dilempar ke ruang publik. Menurutnya, siapa pun, termasuk tokoh bangsa harus menahan diri agar tidak mengaburkan batas antara kepentingan publik dan privasi individu.
“Bukan sekadar kurang elok, ini soal etik. Tidak boleh ruang privat dijadikan konsumsi publik,” tegas Said.
Tak hanya itu, Said juga mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital untuk segera bertindak. Ia menilai konten yang memicu polemik tersebut tidak layak beredar dan hanya akan menjadi sampah informasi yang memperkeruh suasana.
Namun demikian, Said tetap membuka ruang bagi Amien Rais untuk meredakan polemik. Ia menilai permintaan maaf justru akan menjaga martabat seorang tokoh, bukan sebaliknya.
“Mengakui kekeliruan tidak akan menjatuhkan derajat,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, telah lebih dulu melabeli video tersebut sebagai bentuk fitnah dan serangan personal terhadap presiden. Komdigi mengklaim telah mengidentifikasi penyebaran konten yang dinilai mengandung unsur pembunuhan karakter.
Namun, Amien Rais tak tinggal diam. Ia membela diri dengan menegaskan kebebasan berpendapat dijamin dalam sistem demokrasi. Menurutnya, perbedaan pandangan, bahkan yang berseberangan dengan penguasa adalah hal wajar selama masih menyangkut kepentingan bangsa.
“Demokrasi akan sehat jika kebebasan berpendapat tidak dibungkam,” kata Amien. (mua)
