Matawarta.com, JAKARTA – FIFA ASEAN Cup 2026 belum dimulai, tetapi peta persaingan sudah lebih dulu berubah. India secara mengejutkan memilih meninggalkan turnamen dan mengalihkan fokus ke duel melawan Brasil.
Keputusan tersebut menjadi kabar tak terduga bagi Timnas Indonesia. Sebab, India sebelumnya berada satu grup dengan skuad Garuda, Malaysia, dan Singapura di Grup A Divisi Premier.
Turnamen tersebut sejatinya dirancang dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Grup B juga tak kalah menarik karena dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.
Kini, mundurnya India memaksa penyelenggara melakukan penyesuaian. Komposisi Grup A berpotensi berubah karena India sebelumnya berstatus sebagai tim undangan.
Presiden Federasi Sepak Bola India (AIFF), Kalyan Chaubey, memastikan keputusan tersebut diambil karena pihaknya mendapat kesempatan menjalani agenda bersama federasi sepak bola Brasil.
“Kami tidak dapat berpartisipasi di FIFA ASEAN Cup karena komitmen kepada federasi sepak bola Brasil,” ujar Chaubey, dikutip dari Times of India.
Alih-alih bertarung di Asia Tenggara, India memilih mengejar pengalaman menghadapi lawan dengan level yang jauh lebih tinggi.
Chaubey menilai laga melawan Brasil dan pertandingan uji coba lainnya dapat memberikan pengalaman penting bagi para pemain India.
“Kami menyayangkan karena akan melewatkan itu, tetapi kami akan menggunakan jendela internasional FIFA sebaiknya dengan memainkan dua laga uji coba menghadapi lawan berkualitas,” katanya.
“Kami akan menghadapi lawan dengan ranking yang jauh lebih tinggi ketimbang India. Kami bisa belajar banyak dari laga sulit itu,” lanjutnya.
Dengan keputusan tersebut, India kini akan mencari dua pertandingan persahabatan berkualitas untuk mengisi agenda internasional mereka.
Namun, langkah India meninggalkan FIFA ASEAN Cup juga membawa risiko. AIFF berpotensi dikenai denda karena pengunduran diri dilakukan kurang dari 30 hari sebelum pertandingan pertama.
Artikel 5.2 regulasi FIFA ASEAN Cup menyebut federasi yang mundur dalam periode tersebut dapat dikenai denda minimal CHF15.000 atau sekitar Rp329 juta oleh FIFA Disciplinary Committee.
AIFF masih berharap sanksi itu tidak dijatuhkan. Federasi India mengklaim telah memberikan penjelasan secara langsung kepada Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengenai alasan mereka menarik diri.
Bagi Indonesia, persoalan India bukan sekadar kehilangan satu lawan. Mundurnya tim tamu tersebut membuat format Grup A berpotensi ikut berubah.
Dengan India keluar dari persaingan, penyelenggara kini harus menentukan langkah berikutnya agar turnamen tetap berjalan sesuai format yang telah dirancang.
Timnas Indonesia pun harus menunggu kepastian komposisi grup sebelum mengetahui secara pasti siapa saja lawan yang akan dihadapi. (paz)
