Matawarta.com, JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap sisi lain yang terjadi di luar lapangan. Di tengah euforia dan kesuksesan skuad Garuda, sejumlah pemain ternyata harus menghadapi tekanan berat di media sosial.
Bukan sekadar kritik atau hujatan, Herdman menyebut ada pemain Timnas Indonesia yang bahkan menerima ancaman pembunuhan.
Pengakuan tersebut disampaikan Herdman saat meminta masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengaku terkejut sekaligus prihatin melihat perlakuan yang diterima anak asuhnya.
“Anak-anak kami mendapatkan ancaman pembunuhan. Itu menyakitkan,” ujar Herdman.
Menurut Herdman, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sepak bola. Namun, ia meminta kritik tidak berubah menjadi perundungan ataupun ancaman yang dapat berdampak terhadap kondisi mental pemain.
Herdman mengingatkan bahwa para pemain Timnas Indonesia bukan sekadar sosok yang tampil di lapangan. Mereka juga manusia yang memiliki perasaan dan dapat terluka oleh berbagai komentar yang dilontarkan di media sosial.
“Mereka tidak berada di sini untuk media sosial. Mereka berada di sini untuk kalian semua,” katanya.
Pelatih asal Inggris itu juga menyinggung perjuangan para pemain yang memilih membela Indonesia. Sebagian pemain bahkan telah menjalani proses naturalisasi demi mendapatkan kesempatan mengenakan jersey Merah Putih.
Herdman menilai perjuangan tersebut seharusnya mendapatkan apresiasi, bukan justru dibalas dengan serangan pribadi ketika performa tim sedang tidak sesuai harapan.
Ia pun meminta suporter tetap memberikan dukungan ketika Timnas Indonesia berada dalam situasi sulit.
“Dan saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik. Ketika situasinya sulit, saya berharap kalian memperlakukan orang dengan lebih baik,” tutur Herdman.
Dia juga mengingatkan netizen agar tidak mudah percaya terhadap berbagai informasi yang beredar mengenai pemain Timnas Indonesia.
Menurutnya, terdapat sejumlah informasi dan pernyataan tentang pemain yang tidak benar. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum ikut menyebarkan atau memberikan komentar.
“Karena beberapa hal yang dikatakan tentang dia dan pemain lainnya tidak benar,” ujarnya.
Herdman menegaskan bahwa perundungan di dunia maya bukan persoalan sepele. Menurutnya, komentar kasar yang dikirim dari balik layar tetap dapat memberikan luka secara mental kepada orang yang menjadi sasaran.
“Perundungan secara online itu tidak benar. Sangat mudah mengirimkan hinaan sambil bersembunyi di balik keyboard atau telepon. Tetapi secara mental, itu menyakitkan,” kata Herdman.
Di akhir pesannya, Herdman mengajak masyarakat Indonesia untuk membangun lingkungan yang lebih positif bagi skuad Garuda.
Ia berharap tidak ada lagi pemain yang harus menghadapi ancaman serupa hanya karena hasil pertandingan atau performa di atas lapangan. (mua)
