JAKARTA, matawarta.com – Stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) tinggal 66,3 persen dari jumlah cadangan normal. Ini berarti harus segera dilakukan percepatan serapan beras di musim gadu.
Selain itu harga pembelian Bulog atas beras dan gabah dari petani wajib dinaikkan. Demikian rekomendasi yang disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Peningkatan kecepatan serapan beras petani dilakukan demi mengejar target cadangan beras yang dimiliki pemerintah. Ditargetkan naik jadi 1,2 hingga 1,5 juta ton.
Gabah kering juga perlu dilakukan percepatan serapan. Tentu saja dengan menaikkan nilai pembelian dari petani, supaya cepat terserap.
“Memang harus ada fleksibilitas harga, supaya cepat terserap. Jika biasanya Bulog beli beras Rp8.300 per kg, sekarang boleh Rp8.800 per kg,” kata Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapanas.*(WAH)
