Matawarta.com; JAKARTA– Sekretaris Nasional PERAN 02 (Pemuda Prabowo Gibran) Nailil Ghufron meluruskan soal video Prabowo Subianto yang beredar saat Konsolidasi Internal Partai Gerindra di Jakarta, Jumat (15/12/2023). Menurutnya, pernyataan Capres Nomor Urut 02 itu tak perlu dibesar-besarkan dan digoreng.
“Kita semua bersepakat untuk melangsungkan pemilu damai dan riang gembira. Maka tidak perlu berlebihan dalam menanggapinya,” katanya, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (16/12/2023).
Nailil Ghufron menambahkan, kondisi yang baik dan tak sepanas ketika Pemilu 2019 lalu ini, harus dipertahankan. Sehingga polarisasi pilihan yang nantinya muncul, bukan lagi menjadi polarisasi sikap.
Indonesia itu, lanjut dia, pemilu pasti ada beda pilihan. Tetapi soal persahabatan, persaudaraan sesama bangsa Indonesia tetap harus dijunjung tinggi.
“Pemilu itu kan sementara, kalau Indonesia itu selamanya,” tuturnya.
Dia menjelaskan, ucapan Prabowo itu murni hanya untuk membuat suasana konsolidasi lebih gayeng.
Bukan bermaksud menghina dan bukan untuk memprovokasi suasana damai yang ada.
Kondisi itu bisa dibuktikan dengan video rekaman yang utuh. Sebab, Prabowo melanjutkan sambutannya dengan kalimat menginginkan pemilu baik-baik dan rukun.
“Saya ingin baik-baik. Aku ingin rukun. Aku ingin mari kita maju, untuk rakyat, ya kan,” ujarnya.
Dan kalimat itu menurut Kornas Peran 02, jelas. “Apalagi Pak Prabowo bersahabat baik dengan Pak Ganjar-Pak Mahfud, dan Pak Anies-Pak Muhaimin,” tandasnya.
Dengan hubungan yang positif itu, maka tidak mungkin ada suasana panas yang ingin sengaja dipantik, tetapi justru untuk menjaga koridor kader-kader internal partai. (dms)
