Matawarta.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tak lagi memberi ruang untuk tarik-ulur. Dari panggung May Day 2026 di Monas, ia melempar ultimatum keras, RUU Ketenagakerjaan harus kelar tahun ini.
Dalam pidato yang membakar semangat buruh, Prabowo mengaku sudah menekan tombol gas dengan memerintahkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas untuk segera merapatkan barisan dengan DPR.
“Kalau bisa tahun ini selesai!” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan para menteri, setiap kebijakan wajib diuji dengan satu pertanyaan sederhana, menguntungkan rakyat kecil atau tidak? Jika iya, jalankan. Jika tidak, jangan lanjut.
Di sisi parlemen, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut pemerintah dan DPR sepakat UU Ketenagakerjaan baru paling lambat harus rampung akhir 2026.
Namun sebelum dibahas di DPR, organisasi pekerja akan duduk satu meja dengan pengusaha, merumuskan poin-poin krusial, lalu menyerahkannya ke parlemen untuk digodok.
Langkah ini disebut sebagai respons atas putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan lahirnya undang-undang ketenagakerjaan baru, menggantikan kerangka lama yang dianggap bermasalah. (mua)
