Tingkatkan Potensi Wisata Daerah, Mahasiswa KKN BBK 5 UNAIR Desa Bomo Kembangkan Wisata Berbasis Digital

Matawarta.com, BANYUWANGI – Dalam rangka meningkatkan potensi pariwisata daerah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN BBK) 5 Universitas Airlangga (UNAIR) mengusung program Ria Bomo Trip. Sejumlah mahasiswa tersebut menjalankan programnya di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, selama 25 hari, sejak tanggal 7 Januari  sampai dengan 3 Februari 2025.

Dalam menjalankan programnya, kelompok mahasiswa ini berfokus terhadap pengembangan wisata pantai Ria Bomo melalui pendampingan dan pembuatan platform media sosial.

Ketua Kelompok KKN BBK 5 UNAIR Desa Bomo, Nusron Abdillah menyampaikan bahwa, inovasi dilakukan sebagai upaya mendorong peningkatan pengunjung baik wisatawan domestik, maupun wisatawan mancanegara.

“Kami melihat potensi pantai Ria Bomo yang sangat bagus, sebenarnya secara pengunjung lumayan ramai, namun kami melihat perlu adanya pengelolaan yang rapi, terlebih untuk membranding pantai ke jangkauan yang lebih luas lagi,” ujar Nusron, saat diwawancarai pada Jumat, (31/01/2025).

Lebih lanjut, Nusron menjelaskan bahwa platform dirancang tidak hanya untuk membranding wisata pantai, namun juga menyediakan sejumlah penawaran paket wisata hingga konsep tour guide yang diharapkan dapat memudahkan pengunjung.  

“Sebelumnya kami melakukan survei, kemudian hasil data dari survei dibuat sebagai bahan pemetaan strategi. Selanjutnya kami membantu beberapa hal mulai dari proses pembuatan whatsapp bisnis, membuat katalog yang berisi paket wisata yang ditawarkan, membuat konsep paket trip dan tour guide, dan membuat peta wisata atau denah yg memudahkan pengunjung untuk mengeksplor pantai. Terakhir kami juga membantu dan mendampingi pembuatan branding wisata di media sosial serta membantu pembuatan email bisnis dan petunjuk tata cara pengelolaannya,” jelas Nusron.

Dalam pelaksanaan program, sambung Nusron, tentunya, kami menggandeng Komunitas Benteng Samudera,  Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), selaku pengelola wisata, serta pemangku kebijakan setempat.

Sementara itu, Thowib selaku Ketua Komunitas Benteng Samudera mengucapkan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa yang telah membantu sekaligus memberikan angin segar dalam pengelolaan pariwisata. 

“Sangat membantu terutama mengingat sebagian pekerja dan pengelola pantai ada kelompok yang bukan anak muda. Punya keterbatasan dalam ide-ide digital, jadi kehadiran inovasi baru seperti ini memberi angin segar demi kemajuan wisata pantai. Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi mahasiswa terutama dengan ide-ide terkait paket wisata yang menurut saya sangat inovatif dan menarik wisatawan. Sekali lagi, teman-teman cukup membantu, karena ada beberapa hal yang kami awalnya belum tau dalam hal ide atau teknologi,” ucap Thowib.

Thowib juga berharap upaya mahasiswa dapat berdampak positif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat pesisir pantai Bomo. 

“Semoga program inovasi dan pendampingan ini dapat berjalan secara terus menerus dan membawa kemanfaatan ekonomi terutama untuk masyarakat lokal pesisir desa Bomo. Berharap program KKN seperti ini bisa terus berlanjut untuk membantu masyarakat  juga menambah wawasan  pengalaman adik-adik di lapangan,” pungkas Thowib.

Sebagai informasi, Pantai Ria Bomo merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Pengembangan destinasi wisata melalui program Ria Bomo Trip sebagai bentuk komitmen mahasiswa KKN BBK 5 UNAIR dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *