Matawarta.com, JAKARTA– Insiden runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sorotan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mendesak agar dilakukan survei teknis kondisi struktur bangunan untuk mencari penyebab kerusakan.
“Tugas kami sekarang adalah memastikan proses evakuasi berjalan lancar, korban mendapat pengobatan yang layak, dan fasilitas pesantren kembali aman untuk digunakan. Kami juga akan mengevaluasi prosedur teknis bangunan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Namun demikian, untuk saat ini Kemenag akan fokus lebih dulu menyalurkan bantuan rehabilitasi fasilitas yang rusak. Bantuan ini akan disinergikan dengan anggaran pusat maupun daerah agar perbaikan bisa dilakukan sesuai standar keselamatan bangunan.
Musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur ambruk saat ratusan santri sedang menjalani ibadah salat Asar pada pukul 15.00 WIB pada Senin (29/9) kemarin. Tiga orang santri dinyatakan meninggal dunia.
Sementara diperkirakan masin ada 38 orang lainnya masih berada di dalam reruntuhan bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Tim SAR hingga Damkar tengah berusaha menyelamatkan korban. (mua)
