Matawarta.com, JAKARTA– PSSI menegaskan proses pemilihan pelatih baru Timnas Indonesia dilakukan secara hati-hati dan transparan. Federasi menegaskan tidak ingin lagi mengambil risiko dengan memilih pelatih tanpa mengetahui visi dan kompetensinya secara jelas, atau yang disebut Endri Erawan sebagai “membeli kucing dalam karung”.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, mengatakan federasi belajar dari pengalaman sebelumnya dan ingin memastikan pelatih yang dipilih benar-benar berdedikasi untuk Timnas.
“Kami tidak ingin lagi memilih pelatih seperti membeli kucing dalam karung. Kami ingin yang terbaik, betul-betul hatinya untuk Indonesia,” ujar Endri.
“Semua pikirannya harus tercurahkan untuk Timnas, supaya kejadian kurang baik sebelumnya tidak terulang.”
Endri menambahkan, metode ini pernah berhasil ketika memilih Shin Tae-yong pada akhir 2019. Saat itu, PSSI melakukan wawancara langsung dengan kandidat pelatih untuk memahami visi, strategi, dan karakter mereka.
Beberapa waktu lalu, Endri bersama Muhammad (Exco PSSI) dan Direktur Teknik Alexander Zwiers melakukan wawancara kandidat pelatih Timnas di Inggris. Proses ini membuat daftar calon menyusut menjadi dua nama kuat yaitu John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghindari kesalahan sebelumnya. Interview penting agar kami tahu isi kepala calon pelatih sebelum memutuskan,” jelas Endri.
Endri juga menjelaskan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan kesempatan kepada tim Exco untuk memimpin wawancara, sebelum bertemu langsung dengan kandidat. Wawancara berlangsung 1,5–2 jam, memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan matang.
“Setelah wawancara, kami melaporkan hasilnya ke Pak Ketum, yang kemudian bertemu langsung dengan calon pelatih. Semua langkah ini diambil agar PSSI tidak lagi ‘membeli kucing dalam karung’,” pungkas Endri. (mua)
