Matawarta.com, JAKARTA- Kabar duka kembali menyelimuti misi perdamaian Indonesia di Lebanon. Jumlah prajurit TNI yang gugur dalam penugasan bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) kini bertambah menjadi dua orang.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan perkembangan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah insiden sebelumnya pada 29 Maret, yang lebih dulu merenggut satu nyawa prajurit TNI dan melukai beberapa personel lainnya.
“Perkembangan terbaru pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadi insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung operasi UNIFIL,” ujar Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Ricardo Sirait, dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Dalam insiden terbaru tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua lainnya mengalami luka berat. Mereka kini tengah menjalani perawatan intensif di fasilitas medis di Beirut.
Situasi di lapangan disebut semakin tidak terkendali. Intensitas pertempuran yang terus meningkat membuat pasukan perdamaian berada dalam risiko tinggi. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak Kemhan dan TNI terus berkoordinasi erat dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel yang masih bertugas. Evakuasi korban dan penanganan medis disebut telah dilakukan dengan cepat mengikuti standar operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di tengah situasi yang kian memanas, Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama. Indonesia juga menyerukan semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional.
Meski dihantam duka, Indonesia menegaskan tidak akan surut dalam komitmennya menjaga perdamaian dunia melalui partisipasi aktif dalam misi PBB. (mua)
