Prabowo Semprot Aplikator di May Day: Potongan Ojol Harus di Bawah 10 Persen!

Matawarta.com, JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto membuat panggung Hari Buruh Internasional 2026 di Monas bergemuruh. Di hadapan lautan buruh, ia melontarkan ultimatum aplikator ojek online terkait potongan.

Momen itu terjadi ketika Prabowo berinteraksi langsung dengan massa. Saat angka 10 persen muncul, ia justru menolaknya mentah-mentah. Dengan nada tinggi dan penuh penekanan, ia menyatakan angka tersebut masih terlalu besar bagi para pengemudi yang bekerja keras di jalan.

“Bukan 10 persen! Harus lebih kecil dari itu! tegasnya di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026).

Prabowo juga melontarkan kritik tajam terhadap model bisnis aplikator. Ia menilai ketimpangan selama ini sudah terlalu lama terjadi, di mana pengemudi bekerja keras, sementara pihak lain menikmati porsi lebih besar.

Pernyataan paling kerasnya bahkan terdengar seperti peringatan terbuka. Pelaku usaha yang tak mau mengikuti aturan baru dipersilakan angkat kaki dari Indonesia.

Di balik pidato panas itu, Prabowo mengungkap langkah konkret pemerintah. Ia memastikan telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 untuk melindungi pekerja transportasi online.

Dalam regulasi tersebut, pengemudi dijanjikan perlindungan menyeluruh, mulai dari jaminan kecelakaan kerja hingga akses BPJS Kesehatan.

Selain itu, pembagian pendapatan ikut dirombak total. Jika sebelumnya driver hanya mendapat sekitar 80 persen, kini porsinya melonjak drastis, minimal 92 persen untuk pengemudi. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *