Erick Thohir Khawatir Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh: Jangan Anggap Enteng!

Matawarta.com, JAKARTA – Persaingan menuju final FIFA ASEAN Cup 2026 masih jauh dari kata aman bagi Timnas Indonesia. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia, skuad Garuda kini menghadapi Bangladesh dalam laga terakhir Grup A yang menjadi penentu.

Indonesia saat ini mengoleksi empat poin, sama seperti Malaysia. Namun, Malaysia berada di posisi teratas karena unggul selisih gol. Singapura membuntuti dengan tiga poin, sedangkan Bangladesh masih berada di dasar klasemen tanpa poin.

Kondisi tersebut membuat pertandingan terakhir menjadi sangat penting. Namun, Ketua Umum PSSI Erick Thohir meminta para pemain tidak terlalu terpaku pada posisi Bangladesh di klasemen.

Menurut Erick, kejutan yang terjadi di pertandingan lain menjadi bukti sebuah tim tidak boleh diremehkan hanya karena berada di posisi bawah.

Erick menyoroti hasil pertandingan Grup B antara Pakistan dan Filipina. Di luar dugaan, Pakistan mampu menahan Filipina dengan skor 2-2.

Padahal, Filipina sebelumnya mampu memberikan perlawanan kepada Vietnam. Hasil tersebut menjadi pengingat bagi Erick bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja.

“Tadi Pakistan lawan Filipina saja 2-2. Padahal sebelumnya kita pikir hampir Filipina menahan Vietnam 1-1,” kata Erick saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) malam.

Oleh karena itu, Erick meminta Timnas Indonesia menjaga konsentrasi saat menghadapi Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).

“Artinya Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata,” tegas Erick.

Ia bahkan meminta Kevin Diks dan rekan-rekannya tampil dengan semangat penuh sejak awal hingga pertandingan berakhir. Menurutnya, Indonesia harus benar-benar menunjukkan perjuangan jika ingin menjaga peluang melaju ke final.

“Kita harus fight dan mudah-mudahan Malaysia dan Singapura juga fight sama-sama. Kita lihat nanti hasilnya,” ujar Erick.

Hasil duel Indonesia kontra Bangladesh nantinya juga tidak bisa dilepaskan dari pertandingan Malaysia melawan Singapura. Kedua pertandingan Grup A tersebut akan menentukan komposisi akhir klasemen.

Erick pun menyadari perjalanan Indonesia tidak akan berjalan mudah. Meski peluang menuju final masih terbuka, ia meminta para pemain tidak mengharapkan jalan yang mulus.

“Masih ada peluang. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah,” tegas Erick. (mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *