Jokowi Tak Lagi Sembunyikan KTA PSI, Ternyata Ini Alasannya

Matawarta.com, JAKARTA- Hampir setahun menyimpan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Joko Widodo akhirnya memilih memperlihatkannya ke publik. Presiden ke-7 RI itu mengaku sengaja menunggu waktu yang dianggapnya tepat.

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI DPD Kabupaten Bekasi, Minggu (27/9).

Pengakuan Jokowi sekaligus menjawab pertanyaan yang muncul setelah dirinya secara terbuka menunjukkan KTA PSI dalam dua agenda partai di Bandung dan Kabupaten Bekasi.

Menurut Jokowi, tidak ada kewajiban baginya untuk langsung memperlihatkan kartu tersebut setelah resmi menjadi anggota. Ia bahkan menegaskan bahwa keputusan kapan KTA itu ditunjukkan sepenuhnya berada di tangannya.

“Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya,” ujar Jokowi melalui keterangan tertulis.

Mantan Wali Kota Solo itu kemudian mengungkap alasan memilih Bandung dan Kabupaten Bekasi sebagai momentum untuk membuka status keanggotaannya.

Jokowi menilai pertemuannya dengan para kader PSI di dua wilayah tersebut menjadi waktu yang pas untuk menunjukkan KTA yang selama ini tidak diperlihatkan kepada publik.

“Bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” katanya.

Ia juga mengaitkan keputusannya dengan dinamika politik yang menurutnya sangat erat dengan persoalan momentum.

“Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” lanjut Jokowi.

Pernyataan itu kemudian disambut suasana santai. Jokowi bahkan melontarkan candaan kepada kader PSI yang mungkin tidak setuju dengan keanggotaannya.

Ia menantang kader yang keberatan untuk maju dan menyebut akan memberikan hadiah sepeda.

“Siapa setuju saya memiliki kartu ini? Ada yang tidak setuju, maju, saya beri sepeda,” ucap Jokowi sembari bercanda.

Sebelumnya, Jokowi mengejutkan publik dengan mengungkap dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.

Dengan pengakuan tersebut, Jokowi menegaskan keanggotaannya di PSI sebenarnya bukan keputusan yang baru diambil. Yang baru adalah momentum ketika ia memilih untuk memperlihatkan kartu tersebut secara terbuka.(mua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *