Matawarta.com, JAKARTA – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, kembali membuahkan hasil. Tim penyelam SAR gabungan menemukan tiga korban tambahan dalam operasi yang terus berlangsung hingga Selasa (29/9).
Penemuan tersebut membuat total korban yang berhasil ditemukan mencapai 182 orang. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 74 lainnya meninggal dunia. Di sisi lain, sebanyak 61 orang masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan.
Dua korban yang ditemukan terbaru langsung dievakuasi menuju kapal KRI. Sementara satu korban lainnya dibawa ke KN SAR Pacitan untuk menjalani penanganan sesuai prosedur.
Proses evakuasi selanjutnya juga disiapkan melalui jalur udara. Basarnas mengerahkan Helikopter HR-3601 dan Helikopter Panther TNI AL HS-1311 untuk mempercepat pemindahan korban menuju fasilitas penanganan dan identifikasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR yang masih bertahan dalam operasi pencarian, terutama para penyelam yang harus menghadapi kondisi bawah air dengan medan yang tidak mudah.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja keras dalam pencarian dan evakuasi korban. Penemuan tiga korban hari ini merupakan hasil kerja keras, keberanian, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat,” kata Syafii dalam keterangannya, Selasa (29/9).
Sementara itu, proses identifikasi korban meninggal juga masih berlangsung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) kembali mengidentifikasi 16 jenazah pada Senin (28/9).
Dengan tambahan tersebut, total 41 jenazah korban KM Virgo Transport 8 telah berhasil diidentifikasi. Sebanyak 25 jenazah di antaranya sudah lebih dulu diserahkan kepada keluarga.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut diketahui menghadapi cuaca buruk sebelum akhirnya ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di Perairan Masalembo, Laut Jawa.
Hingga kini, operasi SAR masih berlanjut untuk menemukan 61 korban yang belum diketahui keberadaannya. Tim gabungan terus melakukan pencarian sekaligus evakuasi di sekitar lokasi bangkai kapal. (paz)
