Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara telah resmi mengundurkan diri dan pamit dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya telah menerima sikap tersebut, terlebih belakangan Maruarar Sirait tampak berhasil sebagai seorang pengusaha.
“DPP partai menerima pengunduran diri Pak Ara Sirait. Terlebih dengan kondisi Pak Ara sekarang yang sudah semakin berhasil sebagai pengusaha. Beberapa foto Pak Ara dengan pengusaha menunjukkan keberhasilan itu,” tutur Hasto Kristiyanto dalam keterangannya.
Menurut Hasto, DPP PDIP menerima laporan dari Wasekjen PDIP Utut Adianto perihal pengunduran diri Maruarar Sirait yang juga dilakukan dengan penyerahan KTA partai.
“Menjadi anggota partai didasarkan pada prinsip kesukarelaan demikian halnya untuk tidak menjadi anggota dapat mengajukan pengunduran diri,” jelas dia.
Hasto menyatakan, pengunduran diri Maruarar Sirait menjadi koreksi internal PDIP terhadap berbagai upaya melanggengkan kekuasaan, hingga mesti terjadi pelanggaran etik berat yang dilakukan oleh hakim Anwar Usman melalui manipulasi hukum di MK.
“Pengunduran diri tersebut sebagai bagian dari konsolidasi kader Partai, mengingat pengunduran diri terjadi pada saat partai sedang berjuang untuk menempatkan kedaulatan rakyat sebagai hukum tertinggi di dalam menentukan pemimpin,” Hasto menandaskan.
