Matawarta.com, JAKARTA- Sebuah perusahaan bioteknologi dari Korea Selatan melakukan inovasi terkait pengembangan nutrisi olahraga berbasis teknologi sel. Menpora RI Dito Ariotedjo mendukung penuh program tersebut karena bermanfaat untuk generasi bangsa.
Pertemuan Simple Planet and S&S Lab Korea dan Menpora RI Dito Ariotedjo berlangsung di Lantai 10 Graha Kemenpora, Jalang Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Selasa (21/1) siang.
Audiensi berkaitan dengan pengembangan nutrisi olahraga berbasis teknologi sel dan program akselerasi pemuda ke Korea.
“Terima kasih Mas Menteri telah menerima kedatangan kami hari ini. Sebuah kehormatan bisa bertemu secara langsung dengan Menpora Republik Indonesia,” ujar CEO Simple Planet Dominic Jeong
CEO Dominic menjelaskan, kedatangannya bersama tim untuk berdiskusi dengan Menpora Dito berkaitan dengan pengembangan nutrisi olahraga berbasis teknologi sel. Simple Planet merupakan perusahaan bioteknologi di bidang alternatif makanan berbasis protein di Seoul, Korea Selatan.
Saat ini mereka tengah mengembangkan sayap di kawasan Asia Pasifik, meliputi Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Indonesia.
“Protein padat tinggi berbasis sel kami telah membantu dalam menyediakan lebih banyak sarapan bernutrisi yang tersedia untuk semua orang,” katanya.
Dominic menjelaskan protein yang dikembangkan Simple Planet and S&S Lab di antaranya memiliki kegunaan dalam pengembangan otot dan juga pertumbuhan anak-anak. Protein tersebut yang ingin diperkenalkan kepada anak-anak Indonesia yang menjadi bagian dari visi jangka panjang Simple Planet dalam mengatasi masalah kelaparan dan nutrisi.
“Untuk S&S Lab, kami ingin menyelesaikan masalah teknologi dan inovasi, yang berarti ada banyak teknologi bagus yang belum ditemukan. Kami ingin menemukan teknologi-teknologi yang baik, mendanainya dan membantu perusahaan untuk berkembang,” ungkap Dominic.
Oleh karena, itu pihaknya menjalin komunikasi dengan Pemerintah Indonesia, termasuk Kemenpora RI berkaitan dengan pengembangan nutrisi ini. Selain itu Simple Planet and S&S Lab juga telah menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan makanan di Indonesia.
“Kami berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan makanan di Indonesia. Sejauh ini respon mereka sangat bagus,” ucapnya.
Untuk mendukung program tersebut, Dominic mengungkapkan keinginan membangun pabrik di Indonesia. Ia ingin ikut membantu penanganan stunting, dan menyediakan kebutuhan protein untuk para atlet.
Mendengar hal itu, Menpora Dito menyambut baik keinginan Simple Planet and S&S Lab tersebut, terutama dalam pengembangan nutrisi olahraga berbasis teknologi sel. Dito pun sempat menanyakan kualitas protein yang dikembangkan tersebut.
“Saya pikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendukung pertumbuhan anak-anak Indonesia. Apalagi Pemerintah Indonesia saat ini tengah intensif dalam menjalankan program penanganan stunting,” tutur Menpora Dito.
Hadir mendampingi Menpora dalam audiensi ini Staf Khusus Bidang Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga Hasintya Saraswati.
