Matawarta.com, JAKARTA– Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana menduga penyebab keracunan makanan yang terjadi di sekolah di Cianjur, Jawa Barat karena penggunaan tempat makanan atau food tray yang memakai bahan plastik.
Hal ini ditemukan Dadan dalam pengecekannya ke Cianjur usai adanya 78 siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur yang menunjukkan gejala mual, muntah, dan diare usai menyantap MBG.
“Yang pertama, food tray-nya harus diganti, karena setengah dari food tray itu masih plastik,” kata Dadan.
“Dua sekolah yang sebagian kecil muridnya terkena itu, food tray-nya dari plastik. Makanya kami minta segera diganti,” ucapnya.
Selain soal tempat makan, Dadan meminta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cianjur untuk memisahkan alur proses masuk dan keluar barang. Namun begitu, ia mengaku belum bisa memastikan penyebab utama keracunan lantaran sisa makanan telah dibersihkan dari pihak sekolah.
“Kedua, kami lihat SOP untuk alur proses antara barang masuk dengan barang keluar, itu kami minta berbeda,” katanya.
“Hanya ada yang kurang pada saat ngecek. Sisa makanan yang diduga menimbulkan keracunan itu sudah dibersihkan di sekolah. Jadi kami tidak bisa ambil sampelnya,” ujar Dadan.
Dengan adanya kasus ini, BGN akan menambah satu standar operasional prosedur (SOP) bahwa sisa makanan harus dibersihkan di SPPG.
“Jadi kami tambah SOP, makanan itu tidak boleh dibersihkan di sekolah, harus dibawa ke SPPG,” katanya.
