Matawarta.com, JAKARTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 27 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menetapkan status tanggap darurat bencana. Satu daerah bahkan baru saja memperpanjang masa tanggap daruratnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan, fase kedua tanggap darurat kini difokuskan pada pemulihan pascabencana. Pemerintah terus membuka akses jalan yang terputus, menyalurkan logistik, dan memulihkan layanan komunikasi serta energi.
“Sejalan arahan Presiden, tanggap darurat fase kedua ini tidak hanya soal distribusi bantuan dan pembukaan akses, tapi juga mempersiapkan fase pemulihan awal atau early recovery,” kata Abdul Muhari dalam jumpa pers, Kamis (18/12/2025).
Upaya pemulihan juga mencakup pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak. BNPB menekankan proses ini berjalan secepat mungkin sesuai usulan pemerintah daerah.
Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut kini tercatat 1.068 orang, dengan rincian: Aceh 456, Sumut 366, dan Sumbar 246. Selain itu, 190 orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 537 ribu warga masih mengungsi.
BNPB terus memantau situasi di lapangan dan mempercepat proses pemulihan demi meringankan penderitaan warga terdampak bencana. (mua)
