Matawarta.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tegal bergerak cepat memulihkan kawasan wisata Guci, Jawa Tengah, yang terdampak banjir bandang. Targetnya, proses penanganan dan perbaikan utama dapat dituntaskan dalam waktu sepekan agar destinasi andalan tersebut kembali berfungsi.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, mengatakan penanganan difokuskan pada sejumlah titik krusial yang mengalami kerusakan berat. Beberapa pancuran air panas menjadi prioritas karena tertutup material banjir dan terdampak tumbangnya pepohonan.
“Pancuran 13 menjadi perhatian utama karena tertimbun pasir. Selain itu Pancuran 5 terdampak pohon tumbang, dan Pancuran Barokah juga ikut diperbaiki,” kata Afifudin, Senin (22/12/2025).
Selain membersihkan area pancuran, tim juga memusatkan perbaikan pada jaringan pipa air panas yang rusak akibat terjangan banjir. Afifudin menyebut derasnya arus sungai saat kejadian menyebabkan sebagian besar pipa hanyut dan tidak dapat difungsikan.
“Hampir seluruh jaringan pipa air panas rusak terbawa arus. Ini yang sekarang kami kejar pengerjaannya,” ujarnya.
Perbaikan jalur pipa ditargetkan selesai lebih cepat, yakni dalam dua hari. Namun, untuk pemulihan pancuran air panas dibutuhkan waktu lebih lama karena tertutup endapan pasir yang cukup tebal.
“Kalau pipa, kami optimistis dua hari sudah bisa berfungsi. Sementara pancuran memang lebih rumit karena banyak yang tertutup pasir, termasuk saluran keluarnya,” jelas Afifudin.
Pemkab Tegal berharap langkah cepat ini mampu mengembalikan operasional wisata Guci, terlebih menjelang momentum libur Natal dan Tahun Baru.
Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (20/12) menyebabkan kerusakan signifikan, terutama pada fasilitas pemandian air panas serta memutus jaringan pipa air di kawasan tersebut. (mua)
