Matawarta.com, JAKARTA- Atlet terjun payung bernama Widiasih (58) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan udara di wilayah Pangandaran akhirnya ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di Perairan Bagolo, Jumat (2/1) pagi.
Jasad Widiasih ditemukan sekitar pukul 07.45 WIB atau berjarak sekitar 9 nautical mile dari titik awal kejadian di Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi. Informasi penemuan korban pertama kali diterima dari nelayan asal Cilacap yang tengah melaut menggunakan kapal KM Murah Rezeki.
Mendapat laporan tersebut, unsur SAR gabungan segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batukaras sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah sakit.
“Sekitar pukul 09.20 WIB korban tiba di TPI Batukaras dan selanjutnya dibawa ke RSUD Pandega. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi saat kegiatan terjun payung yang berlangsung di kawasan Perairan Bojongsalawe pada Selasa (30/12). Pesawat latih jenis Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB dengan membawa lima atlet terjun payung.
Saat berada di ketinggian sekitar 10.000 kaki, kondisi angin dilaporkan berubah secara tiba-tiba dan cukup ekstrem. Situasi tersebut membuat para penerjun kehilangan kendali sehingga arah pendaratan melenceng dari rencana awal.
Tiga atlet berhasil mendarat darurat di kawasan Pantai Bojongsalawe dan selamat. Namun dua atlet lainnya jatuh ke perairan laut. Satu korban lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam, sementara Widiasih sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan.
Dua atlet yang meninggal dunia diketahui bernama Rusli dan Widiasih, keduanya berasal dari Kabupaten Bandung. Sementara tiga atlet lainnya, yakni Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni, berhasil selamat dan telah mendapatkan perawatan medis. (mua)
