Matawarta.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung ke Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, untuk meninjau pembongkaran tiang monorel yang selama bertahun-tahun menjadi simbol proyek transportasi terbengkalai. Dalam kunjungan tersebut, Pramono didampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, yang menjabat saat proyek monorel pertama kali digagas.
Pantauan di lokasi, Rabu (14/1/2026) pagi, Pramono hadir bersama Wakil Gubernur Rano Karno serta jajaran pejabat Pemprov DKI, termasuk Sekda Uus Kuswanto dan sejumlah kepala dinas terkait. Mereka meninjau langsung deretan tiang monorel di sekitar Halte LRT Setiabudi yang mulai dipangkas menggunakan alat berat.
Proses pemotongan dimulai sekitar pukul 09.07 WIB. Petugas Dinas Bina Marga mengeksekusi pemotongan tiang pertama, disaksikan langsung oleh Pramono dan rombongan. Sejumlah peralatan las potong terlihat disiagakan untuk mempercepat pembongkaran aset yang telah lama tak berfungsi tersebut.
Untuk mengantisipasi dampak di jalan utama, petugas Dinas Perhubungan disiagakan di sekitar lokasi. Arus lalu lintas di Rasuna Said arah Gatot Subroto terpantau tetap mengalir meski satu lajur lambat ditutup sementara. Imbauan kepada pengguna jalan juga ditampilkan melalui papan LED kendaraan Dishub.
Berdasarkan data Pemprov DKI, terdapat sekitar 98 tiang monorel yang masih berdiri membentang dari Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan Asia Afrika. Tiang-tiang ini merupakan sisa proyek monorel Jakarta yang dimulai pada 2004 dan sempat diharapkan menjadi solusi transportasi massal ibu kota.
Proyek tersebut diluncurkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri dengan Sutiyoso sebagai Gubernur DKI.
Namun, persoalan pendanaan membuat PT Jakarta Monorail selaku pengembang tak mampu melanjutkan proyek bernilai sekitar USD 450 juta itu. Setelah sempat terkatung-katung, pembangunan resmi dihentikan pada 2011 di masa Gubernur Fauzi Bowo, menyisakan sengketa investasi dan tiang monorel yang hingga kini menjadi pemandangan tak terpakai di tengah kota. (mua)
