Matawarta.com, JAKARTA – Dua unit mobil milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga kuat disalahgunakan. Alih-alih digunakan untuk distribusi layanan gizi, kendaraan tersebut disebut-sebut justru dipakai untuk aktivitas di luar kepentingan negara, mulai dari menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok hingga jalan-jalan ke Pantai Malimbu, Lombok Barat.
Isu ini meledak setelah dua video viral beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, mobil yang diduga bagian dari operasional MBG terlihat digunakan layaknya kendaraan umum dan kendaraan wisata. Warganet pun langsung bereaksi keras, menuding adanya penyimpangan hingga potensi penyalahgunaan fasilitas negara.
Koordinator Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, mengakui pihaknya sudah menerima laporan terkait dugaan tersebut. Namun, hingga kini identitas pemilik kendaraan masih misterius.
“Laporan sudah kami terima beberapa hari lalu. Kami juga sudah instruksikan ke wilayah untuk menelusuri dan melaporkan kejadian ini,” ujar Eko.
Pihaknya kini bergerak cepat dengan menyebarkan video viral tersebut ke seluruh kepala SPPG di Pulau Lombok guna mengidentifikasi kendaraan yang dimaksud. Namun, proses penelusuran terkendala karena nomor polisi mobil tidak terlihat jelas dalam rekaman.
BGN juga berencana melakukan pendataan ulang seluruh armada mobil MBG di setiap SPPG sebagai langkah antisipasi sekaligus investigasi internal.
Sementara itu, dugaan penggunaan mobil MBG berwarna hitam untuk berwisata ke Pantai Malimbu masih terus ditelusuri. (mua)
